'
'

Wednesday, May 8, 2013

Persiapan Pernikahan

Oke, mungkin terlalu dini untuk menyiapkan segala sesuatu untuk pernikahan karena rencana p menikah adalah bulan November 2014. Milih bulan tersebut karena pada bulan September orang tua p dan orang tua Irfan insya Allah sama-sama akan naik haji.

Untuk pernikahan sebenarnya p ga suka yang ribet-ribet. Menurut p nikah itu ya akad ajalah ga usah pake resepsi segala. Kalaupun pakai resepsi, pengennya sih resepsi yang sederhana aja.

Sampe hari ini, p dan irfan udah mulai cicil keperluan untuk nikah.

Mas Kawin - Sebuah cincin emas dari toko emas Diamond, Graha Cijantung
Irfan udah beliin p mas kawin cincin emas. Itu dah cukup banget p ga pengen apa-apa lagi. Hehehe...

Cincin Kawin - Cincin perak dan emas putih dari toko perhiasan Slipi Jaya, Tamini Square
Cincin kawin juga mau yang sederhana aja. Irfan pesan cincin perak dan p akan pesan cincin emas putih biar sama-sama bisa dipake. Biar kalau ada cewe yang ngelirik Irfan bakal tau kalau dia udah punya istri. Hihihi...

Tempat Akad - Di rumah putri
Rencananya akad akan dilakukan di rumah p aja hari Jumat. Hari Sabtunya baru resepsi. Pengennya sih ngundang keluarga dekat aja. Pokoknya lebih sederhana lebih bagus. Agak males ribet ngurusin ini itu apalagi kalau harus lebih banyak ngeluarin uang. Ga deh mending buat keperluan lain.

Tempat Resepsi - Di Graha Lukisan atau Museum Purna Bhakti Pertiwi
Kedua tempat itu harganya terjangkau dan letaknya ga masuk TMII jadi tamu ga perlu bayar. Udah gitu tempatnya juga dekat dengan dengan pabrik.

Catering - Zulfa Halim
Catering Zulfa Halim letaknya di depan tamini square, jadi dekat dan harganya juga sangat terjangkau. Sangat murah kalau dibandingkan dengan catering yang lain. Mama juga udah setuju, tinggal dp aja. Kalau ada yang mau info, harga untuk 400 undangan (800 orang) adalah 50,9 juta dan untuk 500 undangan (1000 orang) adalah 55,9 juta.

Undangan dan souvenir belum dapet. Nanti kalau udah dp gedung dan catering baru deh ngurusin undangan dan souvenir. Semoga semua lancar. Amiiin. Doakan ya temans... Oya, foto menyusul ya soalnya belum sempet difoto. Hehe...

Thursday, March 14, 2013

Dear Diary, 14 Maret 2013

Aku pernah melihat iklan sebuah perusahaan minuman terkemuka yang mengajak orang untuk melihat dunia dari sisi yang berbeda. Walaupun hanya melihat iklan itu satu, tapi pesannya langsung bisa ditangkap. Diluar segi komersialnya, tayangan ini cukup berkesan. Intinya adalah bahwa jika ada 100 orang yang melakukan hal jahat, maka masih ada 1000 orang yang dengan ikhlas bersedia membantu orang lain.

Hari ini, Kamis, 14 Maret 2013, sama seperti hari-hariku yang biasa. Simpel dan monoton. Tak ada satupun hal baru yang kupelajari, hanya bergelut menyelesaikan hal yang sama berkali-kali, lagi dan lagi. Sungguh aku jenuh dengan segala sesuatu disekelilingku. Jenuh dengan kertas-kertas menumpuk yang isinya sama setiap hari.

Selalu aku berusaha untuk ikhlas, bersemangat dan tidak mengeluh. Inginnya aku belajar hal baru, bertemu dengan orang-orang baru, melihat tempat baru, membicarakan hal diluar pengetahuanku. Namun angan-angan itu tampaknya masih jauh di atas awan.

Seringkali aku berpikir, sudah banyak orang yang kutolong dalam berbagai hal, namun kenapa tak ada seorangpun yang menolongku? Pikiran pesimis dan suudzon yang teramat sangat bodoh. Aku memang sering menangis, mengeluh dan marah-marah, namun siapa yang dengan ikhlas mau menghapus air mataku, mendengar keluh kesahku, menjadi pelampiasan kekesalanku, kemudian membuatku kembali tersenyum? Hanya satu orang yang yang bisa, yang tetap disampingku walaupun aku sudah punya orang lain. Ia adalah teman, sahabat, kakak, adik, partner sekaligus guardian angel-ku.

Seperti iklan itu, walaupun ada sekian banyak hal yang membuatku menangis, namun paling tidak masih ada satu atau dua hal yang membuatku tersenyum. Be strong and never ever give up. For me and him, i'm sure we will find our own happiness.

Tuesday, January 22, 2013

Pengalaman Gurah Hidung

Akhir-akhir ini p sering banget sulit tidur karena hidung mampet dua-duanya. Memang sih, p sepertinya alergi debu atau udara dingin. Jadi kalau ada debu atau udara dingin, p sering bersin-bersin dan pilek.
Karena disuruh sama Minato & ortu, akhirnya p memberanikan diri untuk gurah di belakang rumah.

Pertama-tama, si empu tempat gurahnya melakukan pijat kepala dulu, yaitu disekitar kening dan hidung. Tujuannya sih katanya biar rileks, soalnya kalau gurah ga boleh tegang.
"Harus senyum terus." kata si Empu.
Mana bisa senyum coba. Hadeuh...

Trus setelah itu disuruh duduk di depan meja.
Hidung dimasukkan dua tetes cairan warna hitam (entah cairan apa) ke masing-masing lubang hidung.
Wuihh, di hidung & tenggorokan rasanya panasnya bukan main.Kayak minum OBH dan OBHnya masuk ke hidung gitu. Ga hilang-hilang rasa panasnya. Kalo bernapas juga panas, pedas or perih (entah rasanya apa, yang pasti ga enak & menyiksa banget).
Trus disuruh menunduk & kepala disadarin ke meja, biar ga pegel. Dibawah sudah ada plastik untuk nampung lendir-lendir yang keluar.

Susah banget bernafas setelah di tetes dengan obat itu. Ada cairan bening yang keluar dari mulut dan hidung.
Awalnya bingung juga, yang keluar dari mulut itu lendir apa ludah. Tapi kalau ditahan, hidung & tenggorokan jadi panas, ya akhirnya ga ditahan-tahan lagi. Biarin aja deh tu cairan keluar dari hidung dan mulut.

Cairannya bening kayak jeli, ga ada yang ijo-ijo atau kuning-kuning gitu. Aneh juga.
Malu banget waktu ngeluarin cairan-cairan itu. Mana si Minato ngeliatin terus lagi. Kan maluuuu...

Lumayan tersiksa juga selama proses yang kurang lebih membutuhkan waktu satu jam itu.
Setelah 1 jam kayaknya masih mau keluar terus cairannya dari hidung. Tapi berhubung udah pegel, ya p pulang aja.

Sesampenya di rumah, ingus masih mau keluar terus. Rasanya masih ada lendir yang nyangkut di tenggorokan dan di hidung. Kayaknya gagal nih pengobatannya. Mang kelihatannya si empunya itu ga meyakinkan juga.

Sampe sekarang masih mampet aja ni hidung. Hadehhh... -_-

Thursday, November 29, 2012

Ketika Hari-hari Menjadi Sangat Berharga


Tidak pernah aku merasakan takutnya mati sampai aku dihadapkan di pinggir kematian
Tidak pernah aku berpikir kehilangan sampai aku dihadapkan di tepi perpisahan

Dulu aku hanya takut pada perpisahan
Perpisahan dengan orang-orang yang sangat kusayangi selalu memancing air mata

Tapi kini bertambah satu hal lagi yang kutakuti
Yakni kematian

Aku tahu lamanya hidup dan mati bukanlah hak yang diberikan pada manusia untuk memilih
Hidup dan mati adalah hak mutlak milik Allah SWT
Allah yang berhak menentukan

Tapi entah kenapa ketika semua harapan masa depan terancam runtuh
Saat semua harapan kebahagiaan sempurna itu terancam gagal...
Rasa takut itu mendadak datang seperti sambaran kilat
Kemudian rasa takut itu menghantui setiap malam saat tak ada seorangpun berada disisiku

Hanya kepada Allah aku memohon pertolongan
Hanya kepada Allah aku berserah diri
Hanya kepada Allah kuserahkan hidup dan matiku

Apapun takdir yang dituliskan untukku, aku hanya bisa berdoa dan berusaha
Satu sisi positif yang jelas dapat kulihat
Takut akan kematian membuat hari-hariku sangat berharga
Takut akan kematian membuat aku makin menghargai keberadaan orang-orang yang kusayangi disisiku...

But still... I'm so scared...

Thursday, November 1, 2012

[Jepretan Putri 2012] Indian Food: Ranapakel

Ranapakel ini adalah menu Indian Food yang p cicipi saat makan di Gadjah Wong saat Lebaran di Yogja beberapa bulan yang lalu. It's really delicious food :-P


[Jepretan Putri 2012] Mama, Aku Bisa Naik Sepeda!

Ini adalah foto seorang anak kecil yang sangat serius bermain sepeda (lihat aja muka seriusnya, hehehe). Foto ini aku ambil saat sedang piknik di pinggir jalan di Dermaga 1, Ancol. Saat itu, aku sedang memainkan settingan TV dengan cekrekan continous, jadi aku bisa mengambil sepanjang jalan si anak mengayuh sepedanya.


[Jepretan Putri 2012] Burung Liar di USS

Kebetulan saat makan siang outdoor di Universal Studio Singapore, ada sebuah burung terbang dan hinggal di pohon dekat tempat aku dan keluargaku makan siang. Iseng-iseng, aku mainkan kameraku.